Saturday, September 1, 2012

Kisahku berikut ini adalah tentang
sebuah sisi kehidupanku yang menjadi
tempat perhentian sementara bagi
wanita-wanita bersuami yang dahaganya
tidak terpuaskan dan gairahnya tidak
tersalurkan. Wanita-wanita tersebut
hanya sekedar singgah untuk
melepaskan dahaganya. Tidak lebih tidak
kurang. Tidak ada rasa asmara atau
melibatkan uang.
Jam sepuluh malam seperti kebiasanku
yang suka JJM, sebuah versi lain dari JJS,
aku masih keluyuran di sekitar Taman
Topi Bogor. Aku jalan ke Pasar Kebon
Kembang cari makanan lewat depan
Stasiun Bogor. Stasiun telah sepi. Kereta
terakhir masuk pukul 21.35 tadi.
Kulihat seorang wanita mondar-mandir
di depan stasiun dan melongokkan
kepalanya ke dalam. Kelihatannya dia
mencari atau menunggu seseorang.
Kuhampiri dia dan kutanya.
"Cari siapa, Teh?" Teteh adalah panggilan
kakak perempuan dalam bahasa Sunda.
"Anu, … Eh… Saya cari Ibu Eti yang
jualan di dalam kompleks stasiun,"
jawabnya.
"Oh. Stasiun sudah tutup. Kereta tadi
sudah masuk jam setengah sepuluh"
kataku.
"Aduh! Gimana ya? Tadi janjian dia
nunggu sampai saya datang," katanya
lagi.
"Teteh mau kemana sih?"
"Mau pulang ke Cianjur. Tapi kalau
kemalaman nginap dulu di tempat Eti.
Sekarang ia nggak ada. Gimana ya?"
katanya gelisah.
Pikiran nakalku mulai muncul.
"Teh, jam segini mobil ke Cianjur sudah
nggak ada. Paling besok pagi-pagi baru
ada. Begini saja, teteh nginep aja di
penginepan, baru besok pagi berangkat
ke Cianjur".
"Saya nggak bawa uang cukup untuk
nginep di hotel".
"Kalau teteh mau, kita nginep aja sama-
sama. Nanti saya yang bayar. Saya juga
lagi males pulang. Teteh tidak akan saya
apa-apakan kok", kataku
meyakinkannya.
"Dimana?" tanyanya.
"Sudahlah. Teteh percaya aja sama saya,"
kataku lagi. Mangsa sudah di depan
mata, sayang kalau dilepas.
"Eee, tapi benar ya aku nggak akan
diapa-apakan," akhirnya dia menyerah.
Kuajak dia untuk makan mie dulu.
Sekedar menambah energi kalau nanti
diperlukan. Setelah makan, kami
berangkat ke sebuah Wisma T di sekitar
pasar Kebon Kembang. Wanita tadi
mengenakan celana panjang kain
dengan blus warna terang lengan
panjang dan membawa tas pakaian
kecil. Singkat kata kami sudah berada di
dalam kamar dan berbaring
berdampingan. Selangkah lagi maka aku
akan menikmati tubuh di sampingku ini.
Ia masih kelihatan gelisah. Kuhibur
dia,"Sudahlah Teteh tenang saja. Besok
pagi saya antar ke Baranangsiang cari
mobil ke Cianjur".
Dia agak terhibur dengan kata-kataku.
"Ngomong-ngomong Teteh ini tadi
darimana sih?" tanyaku menyelidik.
"Dari Rangkas, tadinya mau langsung ke
Cianjur tapi saya kemalaman".
Setelah ngobrol kesana kemari akhirnya
saya tahu tentang dirinya. Namanya
Wiwik, suaminya seorang PNS berasal
dari Tim-tim. Sudah beberapa lama
sedang tugas belajar ke luar kota. Aku
semakin berani dan kugeserkan badanku
merapat ke badannya. Aku berpikir,
kalau dia sudah mau diajak menginap
dengan seorang yang baru dikenal,
apapun alasannya pastilah dia mau
untuk ditiduri. Setelah yakin bahwa
keadaan sudah terkendali kupeluk dia
dan dengan cepat kucium bibirnya.
Ternyata iapun membalasku.
"Ouhh, kamu ternyata… Ayo aku mau
kita saling memuaskan malam ini. Selama
suamiku tugas belajar aku sangat
merindukan sentuhan laki-laki.
Sebenarnya sejak dari stasiun tadi waktu
kamu mengajakku nginap, aku mau…"
Kuremas dadanya dan mulai kubuka
kancing blusnya. Dipegangnya
tanganku,"Kecil To. Kamu nanti kecewa,"
katanya.
"Ah, nggak," kataku sambil terus
membuka kancing bajunya.
"Biar aku saja yang buka!" katanya
sambil memegang tanganku.
Akhirnya ia membuka pakaiannya dan
akupun membuka pakaianku sendiri. Kini
tinggal pakaian dalam saja yang melekat
di tubuh kami. Kupandangi sejenak
wanita di sampingku ini. Kulitnya cukup
putih, tingginya dan perawakannya
sedang dengan dada yang tidak terlalu
besar, 34, tapi masih terlihat kencang.
Dalam keremangan kamar kulihat Wiwik
menggerak-gerakkan bibirnya untuk
membersihkan lipstik. Aku mulai
mendekatkan bibirku pada bibirnya.
Sedikit bau keringat di tubuhnya
membuatku semakin penasaran.
Ditubruknya tubuhku dan ia sudah naik
di atas tubuhku. Kemudian tanpa ragu
lagi kulumat bibir Wiwik dan ia mulai
terbawa permainan bibirku dan segera
membalas lumatanku dengan penuh
gairah. Kemudian tanganku mulai
bermain di dadanya, menyusup di balik
bra-nya. Buah dadanya masih kencang
dan bulat, setelah itu langsung kuremas
dan kupilin putingnya. Nafas kami mulai
berkejaran.
"Eehhh, … Ouhh." Lehernya kukecup dan
kujilat.
Tanganku segera bergerak ke
punggungnya dan membuka kancing
bra-nya. Dengan usapan lembut di
bahunya tanganku dengan pelan
melepas tali branya. Buah dadanya yang
bulat segera mencuat keluar. Putingnya
kecil berwarna coklat muda namun
keras.
Kudorong lidahku masuk ke dalam
rongga mulutnya. Kujelajahi seluruh
bagian di mulutnya dan kemudian
lidahku menari di langit-langit mulutnya.
Wiwik kemudian menggelitik lidahku dan
menyedotnya kuat-kuat sampai pangkal
lidahku agak sakit. Kemudian gantian ia
yang mendorong lidahnya ke dalam
rongga mulutku. Bibirnya tipis dan
lemas. Ia sangat mahir dalam berciuman.
Lidah kami saling bergantian memilin
dan menjelajahi mulut. Tangan kananku
memijat dan memilin putingnya
kemudian meremas gundukan daging
payudaranya.
Kuangkat bahunya agar badannya agak
ke atas. Segera kuterkam payudaranya
dengan mulutku. Putingnya kuisap pelan
dan kugigit kecil. Ia melenguh dan
mengerang. Kepalanya terangkat-angkat
dan tangannya meremas-remas bantal di
bawah kepalaku.
"Ouhh.. Aaacchhh, Ayo Anto lagi…
Teruskan lagi… Teruskan".
Kejantananku yang masih di dalam
celana dalam mulai menggeliat. Puting
dan payudaranya semakin keras.
Kukulum semua gundukan daging
payudara kirinya sehingga masuk ke
dalam mulutku kemudian putingnya
kumainkan dengan lidahku, kemudian
mulutku beralih ke payudara kanannya.
Napasnya terengah-engah menahan
kenikmatan yang kuberikan.
Kulepaskan hisapanku pada dadanya.
Tangannya mengusap dada, menyusuri
perut dan pinggang, kemudian
menyusup di balik celana dalamku,
kemudian mengelus dan mengocok
kejantananku. Mulutnya kemudian ikut
bermain di dadaku, menjilati dan
mengecup putingku. Kepalanya semakin
ke bawah dan menjilati perut dan
pahaku. Ditariknya celana dalamku ke
bawah. Kini aku sudah dalam keadaan
telanjang.
Wiwik kembali menggerakkan kepalanya
ke atas, bibirnya mengecup, menjilati
leher dan menggigit kecil daun
telingaku. Ia mendesis tepat di lubang
telingaku sehingga badankupun jadi
merinding. Napasnya dihembuskan
dengan kuat. Dia mulai menjilati lubang
telingaku. Aku merasakan geli dan
sekaligus rangsangan yang kuat. Kugigit
bibir bawahku untuk menahan
rangsangan ini. Kupeluk dan kuusap
pinggangnya kuat-kuat.
Tanganku menarik celana dalamnya dan
dengan bantuan pahanya yang bergerak
naik maka dengan mudah kulepaskan
celana dalamnya. Telunjuk tangan kiriku
bermain di selangkangannya. Rambut
kemaluannya jarang dan pendek.
Kubuka bibir vaginanya dengan jari
tengah dan ibu jari. Telunjukku hanya
bergerak masuk sedikit dan setelah
menemukan tonjolan daging kecil, maka
kubuat gerakan menggaruk di atas
permukaannya. Setiap aku
menggaruknya Wiwik mengerang.
"Oouuhh… Aaauhhh… Ngngnggnghhhk"
Kulepaskan tanganku dari
selangkangannya. Mulutnya kembali ke
bawah, menjilati bulu dada, puting dan
perutku. Kini tangannya yang bermain-
main di kejantananku. Bibirnya terus
menyusuri perut dan pinggangku.
Tangan kirinya memegang dan
mengusap kejantananku yang telah
berdiri tegak.
Kugulingkan badannya sehingga aku
berada di atasnya. Kembali kami
berciuman, Wiwik sangat pintar bermain
dengan bibirnya sehingga ciuman kami
terasa nikmat sekali. Kupilin puting
payudaranya dengan jariku sehingga dia
mendesis dan mengeluarkan suara yang
tidak jelas.
"SShhh… Ssshhh… Ngghhh.. Arrrghhk…".
Perlahan lahan kuturunkan pantatku.
Kepala penisku dijepit dengan jarinya,
dan digesek-gesekkan di mulut
vaginanya. Terasa lembab, hangat dan
berair. Dia mengarahkan kejantananku
agar masuk ke dalam vaginanya. Wiwik
merenggangkan kedua pahanya dan
sedikit mengangkat pantatnya. Kepala
penisku sudah mulai menyusup di bibir
vaginanya. Kugesek-gesekkan di bibir
dalamnya sampai penisku terasa keras
sekali. Keadaan lubang vaginanya
semakin basah. Wiwik memintaku untuk
segera memasukkan penisku semuanya.
"Ayolah Anto, masukin… Ayo…"
Aku mencoba untuk menusuk lagi
dengan mengencangkan otot perutku
langsung sekali tusuk Clleepp…
Blleeesssh.
"Ouhhh… Anto nikmatnya… Ouhhh!"
erangnya setengah berteriak.
Aku bergerak naik turun. Wiwik
mengimbangi dengan gerakan
pinggulnya. Tangannya meremas sisi atas
bed sehingga semakin lama tubuh kami
bergeser semakin ke arah sisi ranjang
bagian atas. Ketika lendirnya sudah
membasahi vaginanya sampai agak
becek, maka kupercepat gerakanku.
Kucabut penisku sampai keluar dan
dengan cepat kumasukkan kembali
sampai menyentuh dasar rahimnya.
Kugulingkan badannya dan kini ia
diatasku. Ia menciumku dengan liar
kemudian dikecupnya leherku dan
bibirnya terus kebawah menggigit puting
dan menarik bulu dadaku.
Wiwik kemudian berjongkok dan
pantatnya bergerak naik turun, memutar
dan maju mundur seperti joki yang
sedang memacu kudanya. Payudaranya
bergoyang-goyang dan segera kuremas-
remas. Aku bergerak menaikkan tubuhku
sehingga kini posisiku duduk
memangkunya. Payudaranya bebas
kupermainkan dengan tangan dan
mulutku. Tangannya memegang pahaku,
dadanya semakin tegak dan kepalanya
mendongak. Tidak ada bagian tubuh
atasnya yang kulewati. Gerakan maju
mundur pantatnya dipercepat sampai
tubuhnya seakan meliuk-liuk erotis.
Aku menggeserkan tubuhku sampai aku
duduk di bibir ranjang dan kakiku
menjuntai ke lantai. Ia masih bergerak-
gerak memompa kenikmatan di atasku.
Kupegang buah pantatnya dan ia
memeluk leherku. Kuangkat badannya
dan kugendong tubuhnya. Kupepetkan
pada dinding dan kini pantatku yang
bergerak maju mundur. Ia mengimbangi
dengan menghentakkna pantatnya naik
turun. Ternyata bersetubuh dengan
posisi ini tidaklah semudah seperti yang
kulihat dalam film.
Kuturunkan tubuhnya sehingga
peniskupun terlepas. Kuminta ia
nungging di atas ranjang. Pantatnya
berada di atas bibir ranjang, sehingga
dalam posisi berdiri di lantai aku
memasukkan penisku dari belakang.
Pahanya sedikit dilebarkan dan tak lama
penisku masuk dan pantatku
menggenjotnya pelan. Kutarik dan
kumasukkan lagi penisku dengan pelan.
Ia menggerakkan pantatnya berlawanan
dengan gerakanku sehingga ketika
pantatku bergerak maju ia
menggerakkan pantatnya ke belakang
sehingga tekanan pada kemaluan kami
sangat terasa.
Kuraih buah dadanya dan kuremas.
Kucium dan kukecup punggungnya. Ia
merintih-rintih keenakan,"Ouhhh…
Teruskan. Kau benar-benar pandai
bermain cinta… Oooakhh".
Bunyi paha beradu dan juga bunyi
seperti tanah lumpur yang diinjak kaki
memenuhi seluruh ruangan kamar.
Plok… Plok plok plok… Clop… Croppp…
Cropp..
"Anto… Ayo lebih cepat lagi… Ayooo".
Kutarik rambutnya kasar dengan tangan
kiriku sementara tangan kananku
memeluk pinggangnya. Ia semakin
berteriak merintih-rintih. Kucabut penisku
dan kutelentangkan tubuhnya. Kini
hampir tiba saatnya bagiku untuk
menuntaskan dan memuaskan gairahku.
Kumasukkan kembali penisku dengan
perlahan dan dengan ketegangan yang
penuh. Wiwik memelukku erat. Kakinya
membelit pahaku, matanya terbeliak dan
kuku tangannya mencengkeram erat
punggungku.
Kuubah lagi gerakanku, ujung penisku
saja yang masuk beberapa kali. Dan
kemudian kutusukkan sekali dengan
cepat sampai seluruh batangnya masuk
ke vaginanya. Matanya semakin sayu
dan gerakannya semakin ganas. Aku
menghentikan gerakanku dengan tiba-
tiba. Payudaranya kuremas dan sebelah
lagi kuhisap kuat-kuat. Tubuh Wiwik
menggelepar.
"Ayo.. Anto. Jangan berhenti, teruskan
Anto… Teruskan lagi… Ouh," pintanya.
Aku tetap menghentikan gerakanku dan
merebahkan tubuhku di atasnya. Kini
pantatku naik turun sedikit saja, namun
penisku kukeraskan dengan cara seolah-
olah menahan kencing. Ia semakin
terbeliak dan bola matanya memutih
setiap penisku berkontraksi. Beberapa
saat pantatku hanya bergerak naik turun
sedikit tanpa tanpa menggerakkan
anggota tubuh lainnya, sambil
berciuman dan saling memagut bagian
tubuh yang terjangkau.
"Anto, … Sedap… Nikmat… Ooouuuhhh"
desisnya sambil menciumi leherku.
Aku mengerti wanita ini hampir
mencapai puncak yang dinginkannya.
Kugerakkan lagi pantatku dengan
gerakan yang cepat dan dalam. Bunyi
seperti kaki yang berjalan di tanah
lumpur makin keras bercampur dengan
bunyi desah napas yang memburu.
Crrok crok crok…
"Ayolah Anto, aku mau…". Gerakan
pantatku semakin cepat dan akhirnya
"Ayo… Anto sekarang… Sayang…
Sekarang…!!!"
Otot tubuhnya mengencang, vaginanya
berdenyut kuat, napasnya tertahan dan
tangannya mencakar punggungku.
Kukencangkan otot perut dan kutahan
dan kukocok vaginanya sampai terasa
seperti ada aliran deras yang akan
keluar. Aku berhenti sejenak dalam
posisi penisku menggantung terlepas
dari vaginanya, kemudian kuhunjamkan
cepat dan penuh tenaga.
Crot Crottt… Crott, beberapa kali aku
menyemprotkan spermaku. Kami saling
berteriak tertahan untuk menyalurkan
puncak kenikmatan.
"Yesss… Aduhhh… Oochhh… Auuhhhkkk"
Pantatnya naik dan tubuhnya gemetar,
pelukan tangan dan jepitan kakinya
semakin erat. Denyutan di dalam
vaginanya terasa kuat sekali meremas
kejantananku yang juga membalas
dengan berdenyut-denyut.
Setelah keadaan menjadi tenang, sambil
tetap berpelukan kutanya dia, "Wik,
bukannya orang Timtim juga sangat
kuat dalam bercinta?"
"Ya memang nafsunya gede, kadang
dalam semalam aku harus melayaninya
sampai tiga kali, namun variasi dan
tekniknya masih sangat jauh
dibandingkan kamu!"
Setelah mandi pagi, maka gairahku
muncul kembali dan bersama-sama kami
menggapai titik tertinggi. Setelah itu
barulah kuantar dia ke Baranangsiang
sampai naik mobil. Kami berjanji minggu
depan untuk bertemu di Terminal
Baranangsiang dan bercinta di rumahnya
yang lain di dekat Situ Gunung, Cisaat.
Dalam dua kali pertemuan itulah, aku
sempat memuaskan kehausannya.

6 komentar:

  1. info pemesanan

    hp. 085727244417

    pin BBM 2A3467C5

    http://griyaobatpasutri.blogspot.com
    Vimax adalah produk herbal alami yang sangat efektik dan berkhasiat untuk masalah laki-laki yang dapat menambah panjang dan lingkar penis, keinginan seksual, kesehatan seksual dan membantu untuk mencapai ereksi kuat. Diformulasikan dari tumbuh-tumbuhan yang berasal dari seluruh dunia yang telah terbukti berkhasiat, Anda akan yakin bahwa vimax akan dapat meningkatkan kehidupan seksual anda. Vimax menggunakan beberapa jenis tumbuhan yang ditemukan di Polinesia, dimana orang-orang dari suku mangaian berhubungan seks rata-rata 3 kali setiap malam, meski ini bukan apa yang anda inginkan, itu bagus untuk mengetahui kemampuan seksual anda yang dapat meningkatkan secara substansial.

    Jangan percaya mitos yang mengatakan bahwa wanita tidak peduli tentang ukuran penis anda. Jika anda memiliki penis yang kecil, maka tidak peduli seberapa baik, tampan dsb, beberapa lama anda akan bisa mempertahankan istri anda, karena memiliki masalah dalam hal sexualitas. Kami melakukan survei terhadap lebih dari 50.000 perempuan, ternyata mereka lebih memilih ukuran penis yang lebih baik terutama panjang dan besar. Lihat hasilnya dan buat keputusan apakah anda akan menggunakan vimax kapsul atau tidak sama sekali.

    APAKAH HASILNYA PERMANEN ???
    Ya. Anda mengontrol pertumbuhan penis anda dan ketika anda telah mendapatkan ukuran optimal yang anda kehendaki, anda bisa menghentikan penggunaan vimax capsule. Kita mengatakan berhenti mengukan vimax kapsul ketika ukuran telah optimal karena tidak perlu lebih besar dari 9 inch. Kebanyakan wanita hanya bisa nyaman dengan ukuran penis 9 inch mungkin terlalu besar untuk kebanyakan wanita. 9 inches atau lebih dari 9 inch itu adalah pilihan anda.

    Vimax Pills Capsule Herbal.
    Harga:- 500.000,-
    ( Order 3 Bonus 1 )
    Asal Negara:- Canada.


    ReplyDelete